English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan

29 Des 2012

Penemuan Fosil Manusia sebagai Bukti Evolusi


Ordo primata memiliki 2 subkelompok yaitu prosimian dan anthropoid. Prosimian adalah kelompok primata sebelum kera misalnya lemur, loris, tarsius. Antropoid adalah kelompok primate termasuk kera dan monyet , aves, dan manusia yang rata – rata memiliki otak yang lebih besar.
Ciri – ciri prosimian adalah ibu jari dapat digerakkan kesegala arah, jari memiliki kuku, dan mata mengarah kedepan. Prosmian mulai punah pada zaman eosin.
Evolusi hominid ( cikal bakal manusia ) dimuali diafrika. Hominid awal termasuk genus Australopithecus, diperkirakan muncul 3,8 juta tahun lalu.
Sejarah penemuan fosil hominid dapat diterangkan sebagai berikut:
1.     Australophitecus afarensis (Lucy)
Ditemukan di Euthopia pada tahun 1974 leh johanson merupakan hominid berukuran kecil , ciri – cirinya sebagai berikut:
a.     Tingi kira – kira 3 kaki (1,5 m)
b.     Wajahnya mengarah kemuka, tulang tengkorak seperti kera, dan volume otak kecil yaitu , 450 – 500 cc.
c.     Gigi masih primitif dan memiliki 2 gigi taring yang panjang.
Diperkirakan A. afarensis ini belum bisa bicara, belum bisa membuat peralatan dan belum menggunakan api. Beberapa ilmuwan memperkirakan A. afarensis berkembang menjadi austrolopithecus yang lebih maju yaitu A. africanus.
2.    Australophitecus africanus
Ditemukan di afrika selatan pada tahun 1829 oleh Raymond Dart.
Ciri – cirinya sebagai berikut:
a.     Ukuran tubuh agak kecil
b.     Berjalan tegak
c.     Tangan dan susunan gigi berbeda dengan manusia
d.     Memakan tumbuhan dan hewan
3.     Homo Habilis
Ditemukan disejumlah daerah diafrika. Homo habilisdiperkirakan muncul kira – kira 1,9 juta dan bertahan lebih dari setengah juta tahun. Ciri – cirinya sebagai berikut:
a.     Volume otak rata – rata 650 cc.
b.     Sudah dapat membuat peralatan dari batuuntuk memotong dan menumbuk.
Dilihat dari ciri – ciri fisiknya , dikatakan bahwa H. Habilis berasal dari A. Africanus.

4.     Homo Erectus
Ditemukan di Afrika, Asia dan Eropa, namun sebenarnya H. Erectus ini berasal dari afrika yang kemudian ada yang bermigrasi ke eropa dan asia. Hal ini disebabkan oleh suatu bukti ditemukannya fosil A.Erectus di afrika yang tertua yang berusia 1,5 dan 1,6 juta tahun. Sedangkan fosil A.Erectus yang ditemukan di asia dan eropa berusia 200.000 tahun lalu.
Ciri – ciri H. Erectus adalah sebagai berikut:
a.         Volume otak 850 – 1200 cm3.
b.         Ukuran tubuh lebih tinggi dari H. Habilis
c.         Berjalan dengan 2 kaki (bipedal)
d.         Berdiri tegak
e.         Lubang mata dalam dan muka menonjo keluar
f.          Sudah dapat membuat peralatan dari batu yang lebih maju
g.     Sudah memakai baju, membuat api, dan membuat pondok ataupun hidup digua – gua.
5.     Homo Sapiens
Ditemukan dilembah Neander jerman. Fosil H. Sapiens tersebut disebut manusia Neanderthal. Manusia Neanderthal termasuk slah satu kelompok H. sapiens yang tertua. Kelompok ini juga menyebar keseluruh Eurasia.
Ciri – cirinya sebagai berikut:
a.     Bentuk tubuh pendek dan kuat
b.     Volume otak sedikit lebih besar dari pada H. sapiens
c.     Wajahnya menonjol
Manusia neandethal ini sudah mampu membuat peralatan dengan lebih sempurna disbanding H.Erectus. cara mencari makan adalah dengan berburu. Mereka sudah memiliki hubungan social yang tinggi dan melakukan upacara ritual atau kepercayaan.
Punahnya manusia neandethal masih menjadi misteri. Ada ilmuwan yang menduga bahwa mereka punah karena gagal berkompetisi atau karena gagal menghadapi perubahan iklim pada zaman pleistosen.
6.     Homo Sapiens Modern
Homo sapiens dengan bentuk tubuh modern muncul kira – kira 40.000 tahun lalu dan mungkin juga lebih awal.
Homo sapiens modern diduga pernah hidup di prancis dan spanyol, dan disebut manusia Cro-Magnon. Senjata dan peralatan manusia Cro-Magnon lebih rumit dan kadang dibuat dari bahan selain batu, misalnya tulang, gading dan kayu. Mereka juga mulai mengembangkan seni terbukti dengan ditemukannya lukisan – lukisan di gua, seni patung dan seni pahat.

Penemuan Berbagai Fosil Kuda sebagai Bukti Adanya Evolusi


Evolusi pada kuda merupakan suatu contoh klasik evolusi morfologi. Kuda termasuk ke dalam ordo yang dikenal sebagai Perissodactyla, atau "hewan berkuku ganjil", yang semua anggotanya memiliki kaki berkuku serta jumlah jari yang ganjil pada tiap kakinya, selain juga bibir atas yang mudah bergerak dan struktur gigi yang serupa.


Hyracotherium (Eohippus)

Fosil kuda tertua yang dikenal yakni Hyracotherium (Eohippus). Fosil hyracotherium yang ditemukan di Eropa pada abad ke-18, oleh Richard Owen yang diberi nama dengan Hyracoterium yang berarti “binatang seperti hyrax”. Hyracotherium telah ada sekitar 52 juta tahun lalu dan telah tinggal di benua Amerika Utara. Hewan ini berukuran sebesar kancil atau anjing dan tingginya hanya sekitar 30 cm. Memiliki kepala dan leher dan tulang belakang lengkungan berbentuk tangguh yang relatif singkat. Diperkirakan kuda primitif ini memakan semak belukar apabila ditinjau dari struktur giginya. Giginya yang berjumlah 22. Kaki depannya terdiri dari empat jari dan satu rudimen, sedangkan kaki belakangnya mempunyai tiga jari dan dua jari rudimen. Hyracotherium juga memiliki otak kecil, ada juga lobus frontal kecil. Beberapa dari tulang kaki tidak stabil dan tidak memiliki fleksibilitas.

Mesohippus

Pada Zaman Oligosen sekitar 40 juta tahun silam, Hyracotherium mengalami kepunahan. Akan tetapi, mamalia ini telah menurunkan keturunannya yang dinamakan Mesohippus. Mesohippus berukuran lebih besar daripada Hyracotherium. Struktur tubuh Mesohippus menunjukkan bahwa hewan ini telah beradaptasi dengan sangat baik untuk hidup di padang rumput, hal ini ditunjukkan dengan berkurangnya jumlah jari pada setiap kaki Mesohippus menjadi tiga jari di setiap kakinya. Jari tengahnya juga lebih besar daripada jari-jari lainnya. Selain itu, hewan ini juga memiliki kaki yang lebih kuat dan lincah dibandingkan dengan Hyracotherium. Hewan ini memiliki leher yang agak panjang. Pada mulutnya, ditemukan beberapa gigi pra-geraham yang hampir berkembang menjadi gigi geraham. Gigi seperti ini tentu akan meningkatkan kemampuannya untuk mengunyah makanan.

Miohippus

Masih pada zaman Oligosen, Miohippus (berarti "kuda kecil") adalah genus kuda prasejarah. Miohippus tinggal di Amerika Utara selama zaman Oligosen. Miohippus hidup pada zaman Oligosen. Miohippus lebih besar dari Mesohippus dan memiliki tengkorak yang sedikit lebih panjang. Fosa wajah nya adalah lebih dalam dan lebih diperluas, dan sendi pergelangan kaki agak berbeda. Miohippus juga memiliki puncak ekstra variabel pada geraham atasnya, yang memberikan area permukaan yang lebih besar untuk mengunyah makanan ternak yang lebih ketat. 


Merychippus

Pada pertengahan Zaman Miocene sekitar 25 juta tahun yang lalu, Hidup sejenis kuda yang disebut Merychippus. Seperti nenek moyangnya, Merychippus masih memiliki leher yang agak panjang yang khas. Merychippus memiliki tiga jari pada kaki belakangnya, dan empat jari pada kaki depannya. Kaki Merychippus berkembang menjadi kaki yang panjang, agak berbeda dangan kaki yang dimiliki kuda zaman sekarang.
Penyebab kepunahannya diperkirakan akibat perubahan iklim besar-besaran yang mengakibatkan terjadinya zaman es.

 
Pliohippus

Kemudian sekitar 10 juta tahun yang lalu, semasa jaman Pliocene kuda berkembang menjadi Pliohippus. Leluhur kuda jenis ini mempunyai satu jari atau satu tracak pada tiap kakinya. Pliohippus merupakan hewan monodaktil (hewan bertracak tunggal) sejati yang pertama dalam sejarah evolusi .



Equus caballus 

Akhirnya sekitar 2 juta tahun yang lalu, kuda seperti yang kita kenal sekarang yaitu Equus caballus, muncul sebagai makhluk yang lebih besar. Namun sekitar 8 ribu tahun yang lalu, spesies Equus ini punah di daratan Amerika Serikat dan tidak muncul lagi sampai orang-orang Spanyol membawa kuda masuk ke benua Amerika pada tahun 1400-an.

Jari-jemari pada nenek moyangnya telah berkurang jumlahnya sampai tinggal satu jari di setiap kakinya yang telah dilindungi oleh kuku yang sangat keras dan telah termodifikasi. Struktur kaki kuda zaman  sekarangpun telah beradaptasi bukan hanya untuk hidup di padang rumput tetapi juga untuk berlari dengan cepat. Jenis kaki ini membuat kuda dapat berlari dengan sangat cepat tanpa khawatir akan resiko terkilir.

Evolusi Kuda Menurut Zamannya

Gambar diatas dapat dijelaskan bahwa terdapat perubahan dan perkembangan yang mengarah pada evolusi bentuk dan fungsi antara lain:

  • Tubuh bertambah besar;
  • Kepala bagian depan semakin panjang;
  • Leher semakin panjang sehingga gerakannya semakin bebas;
  • Perubahan geraham depan dan geraham besar sehingga sangat sesuai untuk makanan yang berupa rumput;
  • Anggota tubuh yang lain semakin bertambah panjang, sehingga sesuai dengan gerakan untuk berlari cepat;
  • Jari kaki mereduksi dari lima menjadi satu, sehingga dapat mendukung gerakan ketika berlari cepat.

Faktor Kuda Berevolusi

Kuda mulai berevolusi, ketika spesies rumput mulai muncul dan berkembang, para equid mulai berganti makanan dari dedaunan menjadi rerumputan, yang berujung pada gigi yang lebih kuat dan lebih awet. Evolusi kuda didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang.

22 Jul 2012

Penemuan Fosil 2 Juta Tahun di Afrika Buktikan Darwin Salah?


 Kebenaran teori evolusi Darwin tampaknya semakin diragukan setelah ditemukannya beberapa fosil kerangka kerabat manusia. Ilmuwan di Afrika Selatan baru-baru ini menyatakan telah menemukan kerangka yang diduga kerabat manusia berusia sekitar dua juta tahun. Fosil tersebut tersembunyi di batu-batuan hasil penggalian dari sebuah situs arkeologi tiga tahun lalu.

Fosil terbaru ditemukan oleh seorang teknisi bernama Justin Mukanku. Dia menemukan sebuah gigi mencuat dari bagian belakang batu selebar tiga kaki pada Juni lalu. Dengan ditemukannya gigi ini, para pakar semakin yakin jika kerangka itu adalah nenek moyang awal manusia.

Gigi tersebut menjadi pelengkap kerangka Karabo yang ditemukan pada 2008 di situs penggalian tertua di dunia, Cradle of Humankind, Johannesburg Utara.

Ahli paleontologi Universitas Witwatersrand di Johannesburg, Lee Berger, kerangka tersebut merupakan kerangka moyang manusia awal yang paling lengkap dari yang pernah ditemukan.

"Kami telah menemukan bagian rahang dan beberapa bagian tubuh penting, seperti tulang paha, iga, tulang belakang, dan beberapa anggota tubuh lainnya.

Beberapa di antaranya belum pernah ditemukan dalam keadaan selengkap ini dalam catatan temuan fosil manusia," kata Berger dalam pernyataan resmi universitas, seperti dikutip dari AFP.

Namun, para peneliti masih belum tahu pasti apakah kerangka itu merupakan nenek moyang langsung genus manusia, Homo, atau hanya kerabat dekat saja. Yang pasti, Karabo tersebut berusia antara 9-13 tahun di saat kehidupan pemanjat pohon berbadan tegak berakhir.

Empat kerangka Australopithecus sediba lainnya juga ditemukan di Gua Malapa, yang berjarak sekitar 48 kilometer di bagian utara Johannesburg sejak 2008. Mereka diyakini jatuh ke dalam terowongan di gua, kemudian mati
Sumber:
liputan6

16 Apr 2011

Arkeolog Berhasil Menemukan Dinosaurus "Iblis" Periode Triassic


Dinosaurus baru yang diberi nama "Evil Spirit Buck-Toothed Reptile" alias reptil roh setan bergigi jelek atau dalam nama ilmiah Daemonosaurus chauliodus ditemukan di New Mexico. Si iblis ini merupakan dinosaurus penghubung antara dinosaurus tertua dan dinosaurus Jurassic spesies theropod.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/14/1653593620X310.jpg

Dinosaurus yang hidup 205 juta tahun yang lalu ini setinggi anjing besar dengan tulang yang tidak biasa. Demikian jelas Hans-Dieter Sues, ahli purbakala vertebrata di National Museum of Natural History di Washington DC. "Moncongnya pendek dan gigi depannya besar-besar," katanya. Ia juga menambahkan, "Jenis struktur tulang yang tidak dikira pada waktu itu untuk dinosaurus predator."

Dinosaurus tertua yang diketahui hidup 230 juta tahun yang lalu, dalam Periode Triassic. Setelah itu, ada jeda besar dari hasil temuan fosil. Banyak ahli memperkirakan bahwa dinosaurus-dinosaurus awal punah. "Setelah itu predator yang lebih rumit mengambil alih kemudian terjadi diversifikasi pada peralihan periode Triassic ke Jurassic," kata Sues.

Daemonosaurus c ini merupakan jembatan yang menghubungkan kedua grup dinosaurus. Dari fosil yang ditemukan, dinosaurus ini memiliki beberapa ciri yang menghubungkan jeda evolusi antara dinosaurus awal ke dinosaurus yang lebih modern. Berdasarkan analisis terhadap fosil yang ditemukan, dinosaurus ini memiliki ciri Triassic dengan beberapa ciri dari Jurassic.

Ciri Triassic yang dimilikinya, misalnya, jeda kecil antara lubang hidung dan rongga mata. Tulang yang berkaitan dengan kantong udara yang seperti sistem paru-paru burung juga masih punya ciri primitif. Ciri dinosaurus yang lebih modern yang dimiliki Daemonosaurus c ada pada gigi.

"Ini adalah bukti bahwa dinosaurus punya distribusi yang lebih luas," jelas Sue.
Sumber :
National Geographic Indonesia/Alex Pangestu - sains.kompas.com

2 Apr 2011

Arkeolog Menemukan Jaringan Otak Tertua di Dunia yang Masih Terawetkan Dengan Baik



http://static.inilah.com/data/berita/foto/1368082.jpg

Arkeolog mengklaim temukan otak tertua di dunia milik pria yang dikorbankan untuk upacara ritual di Zaman Besi, Inggris. Yang menarik, otak itu masih menyimpan jaringan.
Arkeolog mengklaim temukan otak tertua di dunia milik pria yang dikorbankan untuk upacara ritual di Zaman Besi, Inggris. Yang menarik, otak itu masih menyimpan jaringan.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1368082.jpg

Ilmuwan yang menemukan tengkorak di sebuah lubang berlumpur saat melakukan penggalian di sekitar kawasan University of York, Heslington, Inggris, mengaku terkejut mendapati jaringan otak masih tersimpan di tengkorak itu.

Tes membuktikan otak itu milik seorang pria yang hidup di zaman besi dan tewas dengan cara mengerikan, 2.500 tahun lalu. Namun ilmuwan bingung bagaimana bisa jaringan otak yang biasanya membusuk selama beberapa tahun berhasil bertahan dalam jangka waktu yang begitu lama.

"Keberadaan otak yang terkubur begitu lama sangatlah aneh dan jarang terjadi," kata Sonia O'Connor, ahli arkeologi di University of Bradford.

"Otak itu menjadi objek yang sangat menarik karena diawetkan dengan baik. Ini menjadi otak tertua yang pernah tercatat sepanjang sejarah di Inggris dan menjadi salah satu otak tertua di dunia," kata O'Connor.

Ahli menyebutkan otak itu diperkirakan milik pria berusia 26-45 yang meninggal dengan cara digantung kemudian kepalanya dipenggal dan dikubur terpisah dengan tubuhnya.

Ilmuwan kini menyelidiki bagaimana protein dan lipid yang ditemukan di otak itu masih tersimpan dan bagaiamana pria itu mati kemudian dikuburkan.

“Ini adalah penyelidikan yang paling lengkap untuk benar-benar mengerti bagaimana otak bisa bertahan ribuan tahun, sedangkan jaringan lunak lainnya telah membusuk," ujar O'Connor lagi.

Sumber :
teknologi.inilah.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More